BERANI AMBIL “RESIKO” ONE TAKE, TROJAN LAHIRKAN “THE BEAST”

Siapa yang tidak mengenal deru langkah Pohon Tua Creatorium ketika mendapuk band berada di bawah naungan labelnya? Unik? Sudah pasti. Menarik? pasti jadi. Tetapi ada yang istimewa dari band garapannya yang sekarang. Bagaimana tidak, label yang telah malang melintang di dunia permusikan di Bali ini, kini tertantang untuk menggandeng band yang boleh jadi tampil mengisi skena musik metal tanah air: TROJAN.

“Trojan cukup konsisten. Secara membership cukup solid. Di sisi lain, saya tergerak untuk terlibat dan melihat dari dalam bagaimana skena metal di Bali, dan saya dapat melihat hal ini pada Trojan. Kami bisa saling mengisi apa yang dibutuhkan Trojan dan apa yang dibutuhkan PTC, serta mendiskusikan hal-hal relevan apa yang disuguhkan baik untuk musik metal hari hari ini, dan TROJAN merupakan “korban” pertama dari band metal yang pernah saya garap.” Ungkap Pohon Tua, pemilik label Pohon Tua Creatorium (PTC).
Terbentuk di tahun 2007, TROJAN merupakan sebuah band yang beranggotakan sederetan musisi muda, di antaranya Reo (Gitar 1), Michael (Gitar II), Oink (Bass), Gus Botak (Vocal), Gus Cilik (Drum). Band ini telah melahirkan dua album sebelumnya, yang bertajuk “Metamorphosis as the Phenomenon” yang dirilis 2010 silam, dan dilanjutkan dengan album yang berjudul “Archaic Dimension” pada tahun 2015 lalu.

Memang, secara musikal, TROJAN sangat terinpirasi oleh band-band old school death metal, tetapi seiring berjalannya waktu, band ini banyak melakukan eksperimen seperti nuansa Djent dan Thall dalam aransmen musik mereka, namun tidak meninggalkan pakem death metal yang mereka usung dari awal terbentuk.

Tak tanggung-tanggung, PTC menantang TROJAN mampu tampil khusus dengan konsep yang boleh dikatakan tidak biasa dalam garapan launching single TROJAN terbaru yang bertajuk Released The Beast.

“Single Released The Beast ini menggunakan teknik sekali ambil, tanpa editing– one take single/ one take video klip/ one take audio visual, yang membuatnya berbeda tinimbang band kebanyakan yang sangat jarang mengambil “resiko” secara live mengingat tingkat kesulitannya yang tinggi dengan segala aransemen yang sulit dan kompleks.” Tambahnya.

Perwakilan Trojan, Michael Prawira, menyatakan ketertarikannya untuk bersinergi bersama lable PTC. “Suatu kesempatan yang bagus bagi kami (baca: Trojan), karena selama ini tidak pernah ada label yang benar-benar mengarahkan kami. Kalau di PTC ini, kami memandang Pohon Tua banyak mengarahkan, bukan hanya dari arah musikalitas, dan juga di luar itu, dalam lingkup yang lebih luas, bagaimana caranya menjalankan band dalam ranah industri, dengan mengimbangi kami dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru terhadap industri musik. Banyak hal yang tidak kami pikirkan sebelumnya.” Ungkap Michael sang Gitaris.
Released the Beast merupakan single yang berceritakan mengenai terror teknologi dan manusia yang seringkali menjadi budak kegilaan dari dunia digital. Single ini akan siap menghentak telinga para pendengarnya pada tanggal 12 Desember 2020 mendatang serentak di berbagai kanal digital musik tanah air.

Peluncuran single ini akan dibarengi oleh Hallien Fest 2020, sebuah acara festival yang memasuki usianya di tahun kedua, yang sengaja dibuat oleh Trojan, agar dapat mengakrabkan Trojan dengan fansnya, dan untuk sesuatu yang lebih besar, di mana Hallien Fest ini diharapkan mampu menjadi barometer perkembangan skena musik metal di Bali.

Acara ini akan diadakan di Hard Rock Café lengkap dengan penetapan protocol kesehatan dan dimulai pukul 18.00 Wita, dengan menggandeng sederetan nama band lainnya untuk menghiasi Hallien Fest 2020 ini seperti Stormhour, Ludicia, Heretic, Instankarma dan Trojan yang akan tampil sebagai pamungkas acara ini, serta bisa jadi, TROJAN muncul sebagai sebuah “virus” baru yang berbahaya di skena musik metal tanah air.

Leave your comment

Please enter your name.
Please enter comment.